Archive for April, 2008

DPR

Al Amin Nasution namanya. Orang yang dipercaya menjadi wakil rakyat. Pembela aspirasi dan kepentingan rakyat. Tapi Al Amin yang anggota DPR, petinggi PPP, pekan lalu ditangkap KPK atas dugaan suap dan korupsi senilai Rp 1,7 miliar. Dia wakil rakyat diringkus di hotel Ritz Carlton bersama beberapa orang lainnya, termasuk dua perempuan yang bukan muhrimnya. Diungkapkan KPK, penangkapan terkait kasus pengalihan status hutan lindung menjadi hutan tanaman industri di Pulau Bintan.

Continue reading ‘DPR’

Gosip Jalanan

PADA satu siang di kompleks perumahan DPR, Kalibata, Jakarta. Sehabis Jumatan dan makan siang, saya bertandang ke rumah seorang teman, anggota DPR. Saya mengenalnya sudah lebih dua dekade. Dulu ia termasuk mahasiswa yang pandai berdebat, kutu buku, dan lihai beretorika. Ia kritis dan tak pernah takut membicarakan apa saja. Kerap pantang mundur untuk sesuatu yang diyakininya benar. Ia tak peduli bila pendapatnya dipandang aneh dan ekstrem. Tatkala Soeharto dan Orde Baru begitu jumawa dan mesin politiknya menghunjam ke mana-mana, termasuk ke kampus, pria murah senyum ini tak berarti terkunci. Ia punya seni khusus berpolitik.

Continue reading ‘Gosip Jalanan’

Paranoid

DARI mana ekstremisme lahir? Masyarakat seperti apa yang menumbuhkan dan mematangkannya? Orang fanatikus, naïf, fundamentalis seperti Geert Wilder terlahir dari lingkungan kultur Eropa. Katanya, itulah benua kebebasan. Padahal, ia ambivalen. Penuh mitos dan terampil menyembunyikan borok wajah dan karakter bangsanya.

Continue reading ‘Paranoid’

Next Page »


Recent Comments

joey on All moments are precious
mr.bambang on Kamitua
kukuh suharwiyono on Israel
harto on Kopi-Kopi
Senda Irawan on Dikotomi

 

April 2008
M T W T F S S
« Mar   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930