Peribahasa purba mengajarkan kita berhati-hati dalam berbicara: Mulutmu adalah harimaumu. Segala kata dan kalimat yang asal keluar dari mulut kita bukan saja bisa merugikan orang lain, tapi cepat atau lambat, ia bakal memangsa diri sendiri.
Continue reading ‘MULUTMU HARIMAUMU’
Archive for April 9th, 2008
AMBISI politik kerap melahirkan sinisme dan penghancuran karakter individu lawan. Ketika itu terangkat ke permukaan untuk ditangkap para awak media maka ambisi dan perseteruan berujud pada sindiran, sinisme, atau malah kecaman. Ada yang terukur dan ada yang asal njeplak‘” segala sesuatunya toh tak absolute.
Continue reading ‘KECAP’
SETIAP ada demo, Jakarta pasti macat. Pasalnya, demonstran selalu menarget jalan-jalan protokol, sibuk dan elite sebagai lokasi aksi. Mereka ingin suara dan aspirasi bisa menarik perhatian sebanyak mungkin orang.Tentunya seluas mungkin media massa, utamanya teve. Para pendemo tak perduli orang-orang ngedumel karena jalanan macat, arus kendaraan mampet, urusan-urusan berantakan. Bayangkan pula jika ada yang berada dalam keadaan darurat, sakit, melahirkan atau situasi terancam.
Recent Comments