TAHUN lalu seorang rekan diplomat dari KBRI Washington, DC, Andri Hadi, sedang ke Gedung Senat AS, dekat area Capitol Hill. Saat berjalan, tak jauh dari matanya, Barack Obama sedang dikerubuti wartawan, doorstop ceritanya. Ada koneksi Indonesia Obama beranikan Andri menyapa dari kejauhan, tetap dengan suara bersahabat dan santun. Dalam bahasa Indonesia, Andri sekadar berhalo apa kabar. Obama refleks menoleh dan sumringah menyambut lambaian dan senyum Andri.
Archive for April 21st, 2008
Itu kalimat teman saya, tuna rungu, Harpalis Alwi namanya. Pekan lalu kami jumpa lagi setelah sekian lama tak bersua. Saya mengenal Harpalis Alwi pertama kali di Sofia, Bulgaria, 15 tahun silam. Kala itu ia tengah wakili Indonesia dalam event Olimpiade Penyandang Cacat.
Continue reading ‘Tuli dan “Tuli”’
Bayangkan bila rakyat seluruh penjuru negeri memancarkan energi positip membangun Indonesia. Semua elemen bangsa, petani, buruh, pegawai negeri, swasta, nelayan, aktivis, LSM, ulama, tokoh masyarakat, figur tradisional, kalangan profesional fokus melakukan yang terbaik dan terindah yang dimilikinya. Untuk Indonesia yang kuat, solid, kompak, beradab dan sejahtera. Para pemimpin, pejabat, politisi dewan maupun parpol, semua saling percaya dan dukung Indonesia jadi negara dan bangsa besar, maka saya bakal tambah optimistis. Korupsi, kemiskinan, keterbelakangan, ketertinggalan, pengangguran, tindakan buruk pelayanana masyarakat, akan terkikis lebih cepat.
Masalahnya sekarang ini, mulut yang bergendang terlampau banyak, sedangkan tangan mencencang bahu memikul masih minim.
Continue reading ‘Asbun’
Recent Comments