Israel

ISRAEL membombardir Palestina tiada henti. Sekali serang, 300 nyawa Palestina terbantai.
Korbannya kebanyakan anak-anak dan kaum perempuan. Presiden SBY menyampaikan kecaman sangat keras atas serangan membabi-buta Israel. Porsi tertinggi yang realistis bisa dilakukan Indonesia adalah tekanan diplomasi. Selain itu bisa juga mengirimkan pasukan perdamaian, jika dikehendaki PBB. Tak bisa Indonesia bertindak sendiri, main hakim sendiri dan melampiaskan segala emosi di luar proporsi.

Dunia berteriak. Di Eropa, Asia dan Afrika bersuara nyaris seragam, menyesalkan dan mengutuk serangan biadab Israel. Bukan hanya melalui level presiden, perdana menteri atau politisi dan pemimpin agama. Masyarakat dunia, baik lewat blog, friendster, facebook ramai-ramai melakukan kampanye virtual, menggalang kekuatan masyarakat di dunia maya untuk mengutuk Israel sekaligus membantu ribuan korban lainnya Palestina. Kita tahu ada banyak dana internasional terkumpul untuk anak-anak Palestina. Tapi kita tak tahu bagaimana pertanggungjawaban pengumpulan dana yang dihimpun dari banyak orang di seluruh dunia itu.

Jauh sebelum saya lahir, bahkan sejak dulu kala, Timur Tengah kerap bergolak. Sejak pasca Perang Dunia II, sejak 1948, konflik yang terus terjadi di zaman modern hingga setakat ini adalah konflik Israel – Arab. Sering disebut juga Israel vs Palestina. Perlawanan hebat dilakukan sejak Yasser Arafat masih belia sampai pemimpin Palestina itu tua dan kemudian wafat. Semua perlawanan sudah dilakukan Palestina. Dari lontaran batu-batu, ketapel, senapan hingga mortar, semua tak mampu hentikan arogansi dan kedigyaan Israel. Bahkan serangan bom bunuh diri yang disayangkan juga melibatkan anak-anak muda Palestina , dan malah pernah juga perempuan Arab, Israel tetap tak bergeming. Dalam anekdot dan joke, orang Israel sering jadi bahan olok-olok sebagai bangsa yang degil, keras kepala, tamak, dan “Jika dikasi hati, minta jantung”. Ejekan seperti jauh lebih banyak dibandingkan dengan pujian dan pengakuan otak pintar orang Yahudi atau Israel.

Bangsa ini memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, dan dunia tak bakal mampu menghentikannya. Berkompromi dan bernegosiasi pun susah. Ia merasa sebagai bangsa yang tak bisa dikalahkan siapa pun lawan. Ini tentu tak berdiri sendiri. Ada pula jaminan lain yang membuatnya tambah Pe De. Sepanjang Amerika Serikat memberikan garansi perlindungan dan senantiasa bersama kepentingan Israel, silakan tidak perduli pada yang lain. Silakan dunia mau bilang apa. Segala sesuatu, baru apa-apa jika Amerika tidak mem-back up Tel Aviv lagi. Kunci Israel memang Amrik dan hanya Amrik satu-satunya diperhatikan dan didengarkan titahnya oleh Israel.

Di mata negeri Zionis, Palestina identik dengan Hamas, teroris dan karenanya halal diserang. Di mata Palestina dan jutaan pendukungnya di Palestina, Arab dan manca negara, Israel adalah bangsa barbar yang memang tak bakal pernah peduli nasib Palestina. Boro-boro soal kemerdekaan Palestina, soal hak hidup Palestina saja, mereka tidak perduli. Dua puluhan tahun silam, saya kerap mendengar dosen politik internasional saya berujar betapa Israel tak pernah peduli dengan perdamaian. Mereka hanya peduli pada tanah yang dijanjikan. Peace for you, land for me, itu lah filosofi, strategi yang bercokol di benak Israel. Maknanya kira-kira begini: Elo makan tuh perdamaian, yang penting tanahnya tetap milik gua.

Itulah sebabnya, upaya perdamaian, jika dihubungkan dengan tanah Paslestina, maka Israel pasti menolak. Terkadang seolah mengulur waktu, kadang-kadang spontan dan tanpa kompromi. Intinya sama saja. Israel merasa berhak mempertahankan mati-matian tanah yang direbutnya dengan cara mati-matian juga dulu. Israel melunak, itu ibarat mimpi. Entah sampai kapan.

Ramadhan Pohan

Dimuat di Jurnal Nasional, Selasa 6 Januari 2009

1 Response to “Israel”


  1. 1 kukuh suharwiyono January 12, 2009 at 7:50 pm

    Mas, masih ingat saya. Saya sekarang di Lebanon masih tugas dengan Pasukan Garuda. Jadi Mas Pohan sekarang sudah jadi chief editor ya. Selamat, Mas. Btw, Saya baru nulis tentang Gaza judulnya “Operation Cast Lead: Implikasinya Bagi Israel dan Hamas”. Tapi masih perlu belajar banyak dari Mas Pohan. Monggo dikomentari untuk perbaikan saya di: http://www.tandef.net/operation-cast-lead-implikasinya-bagi-israel-hamas atau cari di search engine google / yahoo kalo mau cepet. Makasih sebelumnya.


Leave a Reply




Recent Comments

joey on All moments are precious
mr.bambang on Kamitua
kukuh suharwiyono on Israel
harto on Kopi-Kopi
Senda Irawan on Dikotomi

 

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031